Kurang Tidur

Pemicu Migran

Posted on Updated on

Sakit kepala sebelah atau migrain yang parah memang sangat mengganggu. Meskipun ada banyak orang yang mengalami sakit kepala ini, namun bukan berarti penyebabnya sama.

Beberapa pemicu migrain yang umum adalah alkohol, suara keras, daging olahan dan paparan sinar matahari. Tapi ada juga beberapa pemicu migrain yang tak diduga, seperti dikutip dari Boldsky):

1. Makanan yang Tak Disimpan dengan Benar. Kadang seseorang tidak menghabisakan roti atau keripik yang sedang dimakannya karena alasan kenyang. Karena sayang membuangnya, makanan ini kerap dimakan lagi di lain waktu. Tapi hati-hati dengan sisa makanan ini. Penyimpanan yang tidak benar atau terlalu lama ditinggalkan bisa memicu migrain.

Jika Anda punya sisa makanan dan berniat menghabiskannya di lain waktu, maka sebaiknya Anda menyimpannya di lemari es atau dalam wadah kedap udara.

2. Stres. Masalah emosional yang kompleks memicu stres dan pada akhirnya memicu migrain. Sebab pada saat stres, sel-sel tertentu di otak akan bereaksi secara hiperaktif untuk melawan kondisi tersebut. Nah, hal ini mempengaruhi sistem pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan migrain.

Stres dan depresi terkadang juga menimbulkan perasan was-was, khawatir, dan lainnya yang juga dapat memicu migrain atau memperparah serangan migrain.

3. Kelebihan Kafein. Kelebihan konsumsi kafein bisa memicu migrain. Namun jika Anda tiba-tiba menghentikan konsumsi kafein juga akan menimbulkan migrain yang lebih intens. Hal ini terjadi karena pembuluh darah menjadi peka terhadap kafein, sehingga penurunan mendadak dalam konsumsi kafein akan menyebabkan tubuh mengalami gejala putus zat, termasuk migrain.

4. Lingkungan. Lingkungan atau kondisi di sekitar Anda bisa menjadi pemicu migrain. Beberapa orang mengalami migrain ketika mencium parfum yang menyengat. Bau menyengat ini tentu saja tidak dapat dihindari ketika Anda berada di tempat umum. Bahkan beberapa orang mengalami serangan migrain ketika ada lampu berkedip-kedip di dekatnya.

5. Menstruasi. Terkadang migrain dialami seorang perempuan saat sebelum atau selama periode menstruasinya. Seorang perempuan lebih sering mengalami migrain bersama dengan kram menstruasi.

Migrain biasanya terjadi karena penurunan kadar estrogen. Hal ini dapat dihindari dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang dan olahraga secara teratur.

6. Melewatkan Waktu Makan. Jangan melewatkan waktu makan Anda, karena hal ini bisa memicu migrain. Hal ini terjadi karena tubuh Anda akan kehabisan tenaga sebagai hasil dari kurangnya nutrisi. Lelah yang berlebihan ini menimbulkan migrain.

7. Kurang Tidur. Waktu tidur yang normal adalah 8 jam, jika waktu tidur Anda kurang dari itu maka keesokan harinya bisa jadi Anda terserang migrain. Jadi hentikan kegiatan-kegiatan Anda di malam hari agar bisa mendapatkan waktu tidur yang cukup.

8. Cokelat. Cokelat atau makanan lain yang mengandung kakao adalah pemicu utama migrain. Hal ini disebabkan phenylethylamine yang terkandung dalam kakao dapat menyebabkan ekspansi dan kontraksi pembuluh darah.

9. Ikan. Ikan yang sudah lama, termasuk ikan kaleng atau yang diasinkan bisa memicu sakit kepala. Hal ini karena ikan tersebut biasanya mengandung pengawet dengan nitrat.

10. Pemanis Buatan. Pemicu lain migrain adalah pemanis buatan. Jadi berhati-hatilah bila Anda menggunakan pemanis buatan, apalagi aspartame selama ini dikenal sebagai pemicu migrain. Jadi sebaiknya hindari minuman diet, makanan rendah kalori dan permen bebas gula.

sumber : detik

Iklan

Kurang Tidur Bisa Penyebab Mimpi Buruk

Posted on Updated on

Mimpi buruk tentu bukan hal yang menyenangkan dan dapat mengganggu kenikmatan tidur seseorang. Bahkan pada beberapa kasus, mimpi buruk dapat membuat seseorang menjadi ketakutan dan tak dapat tidur lagi.

Dikutip dari Livestrong, mimpi buruk ternyata disebabkan oleh beberapa kebiasaan buruk yang dilakukan seseorang. Jika terjadi terus-terusan, maka sebaiknya Anda meminta bantuan medis untuk mengatasinya. Penyebab mimpi buruk di antaranya adalah;

1. Gelisah dan cemas. Kegelisahan dan kecemasan yang dialami seseorang yang berhubungan dengan masalah keluarga dapat jadi sebab mimpi buruk.

2. Kurang tidur. Jika sering kurang tidur, seseorang kemungkinan besar mengalami halusinasi pra tidur berisi hal-hal mengerikan. Hal tersebut diumumkan oleh Journal of Clinical Psychiatry.

3. Sakit demam. Seseorang yang sedang sakit dengan disertai panas demam, maka kemungkinan mengalami mimpi buruk lebih besar.

4. Tidur di tempat baru. Hal tersebut sebagian besar disebabkan masalah penyesuaian secara psikologis, dan kelelahan.

5. Ketidakstabilan mental. Jika seseorang sering mengalami mimpi buruk tanpa alasan fisik seperti sakit, kurang tidur, atau tidur di tempat baru, maka bisa jadi masalahnya ada pada ketidakstabilan mentalnya. Meminta tolong ahli di bidang tersebut dapat membantu Anda menjadi lebih tenang saat tidur.