Keluarga

Kesalahan Orangtua Saat Berbicara Dengan Anak

Posted on Updated on

4d94fd9f3b26c8cb8c9a8ad40d2a7cc7_kesalahan-orang-tua-yang-tidak-disadari-pada-anak-yang-masih-mengompol-300x237Menjadi orangtua itu tidak mudah. Tak ada manual atau buku petunjuk atau buku “HOW TO” tentang menjadi orangtua. Termasuk komunikasi dengan anak. Mungkin Anda merasa sederhana, padahal sangat rumit, dan bahkan lebih sulit lagi, jika Anda mencoba mendidik anak sebaik mungkin.

Berikut, kesalahan yang umum dilakukan orangtua saat bicara dengan anak:

  1. Mengomel. Setiap pagi, Anda mungkin harus mengingatkan putra/putri Anda untuk menghabiskan sarapan. Ketika anak makan lama sambil melakukan sesuatu yang lain, omelan lalu tambah panjang. Lalu anak melakukan sesuatu yang lain dan Anda sebagai orangtua mengomel lagi. Cara mengomel bisa mendatangkan efek kebalikannya dan mengajari anak, bahwa dia akan diingatkan sehingga tak perlu mengingatkan diri sendiri.
  2. Menjawab singkat. Salah satu hal yang umum dilakukan orangtua adalah, menganggap anak harus patuh pada perintah karena Anda sudah mengatakannya. Mengatakan, “karena saya sudah bilang” atau ”karena saya bilang begitu” tidak mengajari anak ‘mengapa’ selain hanya “Saya sudah kasih tahu kamu apa yang harus dilakukan.” Cara ini menunjukan kurang respek pada anak. Pdahal orangtua juga harus respek pada anak. Luangkan waktu untuk menjelaskan mengapa Anda meminta mereka melakukan apa yang Anda perintahkan. Simpan suara tegas Anda untuk digunakan pada saat benar-benar diperlukan.
  3. Menggunakan bahasa yang disederhanakan. Anak-anak lebih cerdas dari yang kita duga. Tak perlu menurunkan kosa kata atau bicara dengan bahasa bayi atau kekanak-kanakan. Anak-anak belajar dengan mendengarkan orang lain bicara. Menggunakan bahasa untuk anak yang lebih kecil justru menyinggu perasaan anak.
  4. Sibuk mengerjakan sesuatu yang lain. Anak-anak senang merasa mereka seperti orang penting, dan penting untuk membertahu anak tentang hal ini. Anda bicara dengan anak, jangan kerjakan yang lain dan benar-benar dengarkan apa yang mereka bicarakan.
  5. Bicara terlalu banyak. Ini salah satu penyebab mengapa anak-anak tampak tidak mendengarkan ketika kita bicara banyak saat memberikan intruksi atau lupa sesuatu. Beri penjelasan dengan cara dibagi-bagi dan buat intruksi sederhana akan memberikan hasil yang lebih baik.
  6. Menyalahkan. Jika Anda mendorong anak untuk merapikan mainan atau cepat berpakaian untuk ke toko, supermarket, dan tempat lain-lain, hindari menggunakan nada menyalahkan. Anak-anak tidak lahir membawa empati, tapi belajar dari cara orangtua, menunjukannya. Itu sebabnya mencoba menyalahkan anak untuk memahami pendapat Anda bukan cara yang paling efektif.
  7. Mengancam.Tujuan membesarkan anak harusnya bukan mendidik anak yang patuh, tapi anak yang berpikir untuk mereka sendiri. Mengancam anak untuk melakukan sesuatu bisa merusak self-esteem anak dan cukup merusak. Mengancam anak untuk patuh bisa mengguncang anak untuk patuh bisa mengguncang fondasi rasa aman dan kesejahteraan. Membuat anak merasa Anda tak akan melindungi dan menyayangi mereka.

Tips Mudah Menasehati Anak

Posted on Updated on

Beberapa anak ada yang cenderung cuek dalam artian ketika dinasihati atau diajak berbicara orang tuanya, mereka tak mau mendengarkan. Menjengkelkan bukan jika Anda salah satu orang tua yang mengalami hal itu?

Tapi tenang, ada beberapa cara mudah yang bisa dilakukan orang tua agar si kecil bisa lebih memperhatikan Anda terutama untuk mendengar apa yang Anda bicarakan, seperti dikutip dari Boldsky:

1. Tak perlu berteriak
Sebaiknya jangan berteriak dan memaksa anak untuk mendengarkan perkataan Anda. Berteriak pada anak justru membuat mereka merasa cemas, lebih agresif, dan cenderung lebih keras kepala. Ada baiknya Anda lebih tenang ketika berbicara dengan anak. Jangan lupa pula untuk jadi lebih ekspresif sehingga anak bisa mengalihkan perhatiannya pada Anda.

2. Jangan membandingkan anak
Jangan pernah membandingkan anak dengan teman-temannya. Anda harus memahami bahwa setiap anak berbeda. Selain itu, gunakan pula pesan atau nasihat sederhana yang meskipun sedikit demi sedikit tapi bisa dimengerti anak. Ketimbang satu nasihat yang panjang dan rumit akan membuat anak makin ‘malas’ mendengarkan Anda.

3. Berakting seperti mereka
Menyampaikan sesuatu bisa berhasil dilakukan ketika orang tua berakting layaknya putra putri mereka sesuai dengan umurnya. Namun, jika memang anak sudah melampaui batas, sesekali Anda bisa tegas saat berbicara dengan mereka.

4. Ganti kata ‘tidak’ dengan ‘lebih baik’ atau ‘ya’
Mendengar kata tidak bisa jadi membuat anak lebih tidak mendengarkan Anda. Hanya dengan mengganti kata tidak dengan ya atau lebih baik, mereka akan mengetahui bahwa Anda sebagai orang tua benar-benar menyayanginya dan mereka pun lantas mau mendengarkan Anda.

5. Ubah cara komunikasi
Jangan gunakan istilah yang rumit saat berbicara dengan anak. Saat berbincang dengan anak, pastikan mereka mengerti intonasi, nada bicara, dan jalan pikiran yang Anda utarakan dalam bentuk percakapan.

6. Beri fakta
Banyak anak yang cenderung ngeyel ingin tahu suatu alasan ketika mereka dinasihati orang tuanya. Nah, sebelum berbicara dengan anak, ada baiknya Anda menyiapkan berbagai informasi berupa fakta-fakta yang kemungkinan akan muncul dari pertanyaan mereka.

Mengetahui Jenis Kelamin Bayi dari Bentuk Perut Ibu Hamil

Posted on Updated on

Mengetahui Jenis Kelamin Bayi dari Bentuk Perut Ibu HamilBentuk perut ibu hamil dapat mengungkapkan banyak rahasia bayi yang belum lahir. Benjolan yang berbeda pada setiap wanita, membuat para wanita kerap memprediksi jenis kelaminnya melalui bentuk perut.
 
Melansir Boldsky, berikut ini adalah prediksi jenis kelamin bayi lewat bentuk perut ibu hamil:
 
Bentuk perut seperti semangka
Bila Anda memiliki bentuk perut yang besar saat hamil, atau bulat sepenuhnya seperti semangka, ini adalah bayi perempuan. Hal ini disebabkan oleh posisi janin dari anak perempuan yang membuat perut terus membesar.
 
Bentuk perut kecil
Ini kebalikan dari bentuk bayi perut semangka. Perut hamil yang berukuran kecil menandakan, bahwa sang ibu akan melahirkan seorang bayi laki-laki. Posisi janin bayi laki-laki memang biasanya kecil dan membentuk lingkaran kecil.
 
Posisi perut tinggi
Jika perut Anda hampir mendekati dada, ini sinyal bahwa Anda akan memiliki seorang putri. Hal ini dikarenakan janin bayi perempuan menempel pada janin bagian atas.
 
Posisi perut di bawah
Janin bayi laki-laki kerap menempel pada bagian bawah rahim. Ini tandanya Anda sedang mengandung bayi laki-laki. Ini sebabnya, banyak perempuan yang hamil bayi laki-laki memiliki bentuk perut yang sedikit menurun.
 
Perut ketat seperti tertarik
Jika Anda merasakan perut mengalami pengetatan pada trisemester kehamilan, itu berarti tandanya Anda sedang mengandung bayi laki-laki.
 
Namun, bila bentuk perut ibu hamil terus berubah-ubah dalam waktu yang teramat sering, itu menandakan bahwa bayi Anda akan terlahir aktif. Ini karena saat si bayi di dalam kandungan, ia terus bergerak dan bentuk perut si ibu mengalami perubahan.

 

Risiko yang Harus Ditanggung dari Iklan Susu Formula

Posted on Updated on

Peraturan Pemerintah (PP) No 33/2012 tentang Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif juga mengatur soal promosi dan iklan susu formula. Mengapa perlu diatur? Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menjelaskan beberapa risiko yang harus ditanggung bila promosi dan iklan susu tidak diatur.

Risiko yang dimaksud terungkap dalam sebuah penelitian terbaru di 3 negara yakni Nigeria (2010), Filipina (2011) dan Australia (2012). Penelitian tersebut menunjukkan 3 hal yang berhubungan dengan promosi susu formula:

  1. Iklan susu formula memiliki pengaruh kuat terhadap keputusan pemberian makanan pada bayi dan anak.
  2. Ibu cenderung memberikan susu formula apabila mereka dapat mengingat pesan-pesan kunci yang disampaikan dalam iklan, dan ibu menyusui yang juga memberikan susu formula pada anaknya 6,4 kali lebih besar kemungkinannya untuk berhenti menyusui sebelum bayi berusia 12 bulan.
  3. Konsumen tidak bisa membedakan antara iklan susu formula bayi dengan susu formula lanjutan.

“Kita lihat, di Indonesia kan tidak ada iklan susu formula untuk bayi. Itu saja kadang ibu-ibu tidak tahu kalau itu bukan untuk bayi,” kata Mia Sutanto, ketua AIMI dalam jumpa pers ‘Pernyataan Sikap AIMI Terhadap Penelitian Daffodil di Kafe de’Resto, Rabu (15/1/2013).

Mia menilai iklan dan promosi susu formula di Indonesia masih banyak diwarnai pelanggaran meski sudah ada PP No 33/2012 tentang ASI Eksklusif. Tidak selalu lewat media, tetapi dalam bentuk promosi yang lain seperti diskon-diskon di supermarket, pemasangan billboard, serta program-program soal parenting yang disponsori susu formula.

Bahkan di beberapa pusat layanan kesehatan seperti klinik atau rumah sakit, sering dijumpai pemberian goody bag atau hadiah-hadiah yang mencantumkan logo susu formula. Bantal berlogo susu formula dan pembelian peralatan medis yang disponsori susu formula, menurut Mia termasuk pelanggaran yang dilakukan oleh produsen susu formula.

“Kalau kita perhatikan, iklan susu formula juga sering menampilkan sosok berpakaian jas putih yang mengesankan seolah-olah itu dokter. Itu juga tidak boleh sebenarnya,” lanjut Mia.

Termasuk dalam kaitannya dengan penelitian Daffodil yang ditentang AIMI, perusahaan susu formula tidak boleh sembarangan memberikan bantuan dana untuk penelitian semacam itu. Ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi, antara lain harus dilakukan secara terbuka.

“Apapun hasil penelitian Daffodil, kemungkinan besar akan digunakan oleh produsen susu formula untuk mempromosikan produknya sebagai lebih unggul dibanding dengan yang lain. Hal itu tentu akan berdampak secara negatif terhadap kampanye ASI Eksklusif yang senantiasa dikumandangkan Pemerintah dan lembaga-lembaga pegiat ASI di Indonesia,” tulis Mia dalam rilisnya untuk wartawan.

Faktor Fisik Pengaruhi Perkembangan Anak

Posted on Updated on

Tumbuh kembang anak harus menjadi prioritas utama orangtua, bahkan sejak sebelum kehamilan dengan mengoptimalkan gizi ibu. Setelah bayi lahir, orang tua dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan memperhatikan faktor-faktor fisik yang mempengaruhinya.

Optimalnya perkembangan bayi dapat berpengaruh hingga kehidupannya kelak ketika dewasa. Perkembangan bayi yang terlambat dapat menyebabkan lemahnya kondisi fisik, otak yang kurang cerdas, mental yang buruk, serta tinggi dan berat badan yang kurang optimal.

Berikut adalah 4 faktor fisik yang sangat mempengaruhi perkembangan anak-anak, seperti dilansir mom.me,  antara lain:

1. Sentuhan ibu
Pelukan dan sentuhan menenangkan dari ibu terhadap bayinya bukan hanya merupakan suatu ungkapan kasih sayang semata. Tetapi hal ini dapat mempromosikan perkembangan otak selama masa pertumbuhan.

2. Makanan
Bayi membutuhkan nutrisi yang cukup agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Makan berbagai makanan sehat sangat penting untuk perkembangan termasuk tinggi badan anak, jumlah aktivitas dan bagaimana tubuhnya mampu memanfaatkan kalori.

Tanyakan ke dokter untuk mendapatkan bimbingan tentang jenis-jenis makanan bergizi yang aman dikonsumsi oleh bayi Anda serta berapa banyak makanan yang dibutuhkan bayi.

3. Trauma
Pengalaman traumatis seperti merasa ditelantarkan oleh orangtua dapat meninggalkan dampak negatif terhadap perkembangan otak anak. Balita yang telah mengalami keterlambatan perkembangan harus berjuang lebih keras untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya ketika memasuki usia sekolah kelak.

4. Kegiatan fisik
Aktivitas fisik yang konsisten dapat meminimalkan risiko obesitas dan meningkatkan pertumbuhan tulang. Selain itu, aktivitas fisik juga meningkatkan kekuatan otot dan mendukung perkembangan fisik yang kuat.